Selasa, 15 Mei 2012

Manfaat Dongeng Bagi Psikologis Anak


Di zaman modern seperti saat ini banyak sekali orang tua yang lebih memilih untuk berkarir dan meninggalkan anak mereka di rumah. Tidak hanya itu, mereka bahkan ‘memfasilitasi’ anak mereka dengan alat-alat elektronik yang canggih. Akhirnya yang dilakukan oleh anak-anak di rumah hanyalah menghabiskan waktunya dengan menghadapi ‘sebuah layar’, baik itu layar televisi, handphone, computer, laptop, dll. Anak terbiasa melakukan kegiatannya dengan instan. Orang tua tidak menyadari bahwa fasilitas-fasilitas canggih itulah yang dapat merusak perkembangan intelegensi anak. Hal paling sederhana yang dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif anak, seperti dongeng sudah sangat jarang dilakukan oleh orang tua zaman sekarang.
            Mendongeng adalah hal yang sering dilakukan orang tua saat menjelang tidur. Dongeng biasanya berupa cerita-cerita ringan yang menyenangkan bagi anak dan mengandung pesan moral tertentu. Meskipun terkesan tidak penting, sesungguhnya dongeng dapat berperan bagi perkembangan anak. Dengan dongeng, hubungan antara anak dan orang tua dapat menjadi lebih erat sebab adanya komunikasi yang dilakukan secara santai dan menyenangkan. Selain itu, dongeng dapat meningkatkan dan mengsah imajinasi anak. Saat orang tua mendongeng, anak akan memvisualisasikan informasi verbal yang didapatnya dan membayangkannya dalam pikiran. Melalui pesan yang didapat dari sebuah dongeng, anak dapat memahami hal yang perlu itiru dan yang tidak perlu ditiru.
            Anak yang sering mendengarkan dongeng, secara tidak langsung akan menjadi anak yang imajinatif, kreatif, dan mudah memahami kondisi lingkungan dengan daya imajinasi yang tinggi. Sedangkan anak yang kurang imajinasi dapat tumbuh menjadi anak yang kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan dan tidak kreatif. Dengan realita seperti ini kebiasaan mendongeng pada anak perlu ditumbuhkan kembali, sebab hal sederhana seperti dongen ternyata memiliki dampak yang sangat besar bagi tumbuh-kembang anak.

Sumber referensi :
http://episentrum.com/artikel-psikologi/manfaat-dan-kekuatan-dongeng-pada-psikologi-anak/

Hubungan Matematika & IAD dengan Psikologi


Apa itu matematika? Kata "matematika" berasal dari bahasa Yunani Kuno μάθημα (máthēma), yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, μαθηματικ τέχνη (mathēmatik tékhnē), di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika.
Bentuk jamak sering dipakai di dalam bahasa Inggris, seperti juga di dalam bahasa Perancis les mathématiques (dan jarang digunakan sebagai turunan bentuk tunggal la mathématique), merujuk pada bentuk jamak bahasa Latin yang cenderung netral mathematica (Cicero), berdasarkan bentuk jamak bahasa Yunani τα μαθηματικά (ta mathēmatiká), yang dipakai Aristoteles, yang terjemahan kasarnya berarti "segala hal yang matematis". Tetapi, di dalam bahasa Inggris, kata benda mathematics mengambil bentuk tunggal bila dipakai sebagai kata kerja. Di dalam ragam percakapan, matematika kerap kali disingkat sebagai math di Amerika Utara dan maths di tempat lain.
Istilah mathematics (Inggris), mathematik (Jerman), mathematique (Perancis), matematico (Itali), matematiceski (Rusia), atau mathematick (Belanda) berasal dari perkataan latin mathematica, yang mulanya diambil dari perkataan Yunani, mathematike, yang berarti “relating to learning”. Perkataan mathematike berhubungan sangat erat dengan sebuah kata lainnya yang serupa, yaitu mathanein yang mengandung arti belajar (berpikir). Jadi berdasarkan etimologis (Elea Tinggih dalam Erman Suherman, 2003:16), perkataan matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”. Berikut adalah definisi matematika menurut beberapa ahli:
·         James dan James (1976) dalam kamus matematikanya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri.
·         Johnson dan Rising (1972) dalam bukunya mengatakan bahwa matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi. Sementara Reys, dkk. (1984) mengatakan bahwa matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola pikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat.
Berdasarkan pendapat di atas, maka disimpulkan bahwa ciri yang sangat penting dalam matematika adalah disiplin berpikir yang didasarkan pada berpikir logis, konsisten, inovatif dan kreatif. Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat matematika dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.
Apa itu IAD? Ilmu Alamiah Dasar merupakan suatu cabang Ilmu Pengetahuan yang sangat mendasar yang mengkaji gejala-gejala pada alam semesta,  termasuk muka bumi dan segala isinya dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Manusia merupakan salah satu objek pembahasan dalam ilmu alamiah dasar. Banyak hal yang dapat dibicarakan dengan manusia sebagai objeknya, seperti sifat dasar manusia, perkembangan alam pikiran manusia, perkembangan manusia itu sendiri, dan lain-lain.
Manusia dapat dikatakan bersifat unik, karena :
1.      Manusia memiliki organ tubuh yang kompleks dan sangat khusus, terutama pada bagian otaknya yang merupakan pusat kontrol segala aktivitas tubuh manusia. Semua hal yang dilakukan oleh manusia merupakan pesan yang diperintahkan oleh otak dan diterjemahkan menjadi gerak tubuh. Adapun hal-hal yang dirasakan oleh manusia tidak bisa dirasakan secara tiba-tiba, dalam arti semua stimulus yang diterima oleh alat indera disampaikan ke otak. Setelah diproses maka otak akan memberi perintah pada efektor untuk merespon stimulus tersebut. Selain itu, otak juga merupakan organ pengontrol pikiran dan perasaan. Oleh karena tugas dan fungsinya yang begitu penting, maka otak dikatakan sebagai organ tubuh yang ‘kompleks’.
2.      Manusia dapat melakukan metabolisme (penyusunan) dan pembongkaran zat. Proses metabolisme ini terjadi dalam sistem pencernaan manusia. Zat makanan yang masuk ke dalam tubuh kemudian diserap dan disusun kembali lalu digunakan sesuai kebutuhan tubuh kita.
3.      Manusia memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar. Manusia merupakan makhluk yang peka terhadap rangsang, selain itu manusia juga memiliki otak yang berfungsi memproses segala bentuk rangsangan. Oleh karena itu manusia berbeda dengan benda mati, yang jika diberikan rangsangan tidak dapat meresponnya.
4.      Manusia tumbuh dan berkembang. Sifat ini berkaitan dengan manusia sebagai makhluk hidup. Manusia dapat tumbuh dan berkembang karena memiliki hormon dan juga didukung oleh faktor-faktor lainnya.
5.      Manusia memiliki potensi untuk berkembang. ‘Berkembang’ yang dimaksud adalah berkembang wawasan dan pengetahuannya, sebab manusia merupakan makhluk yang berakal budi.
6.      Manusia berinteraksi dengan lingkungan. Dari sisi religius, manusia dikatakan sebagai khalifah di muka bumi, sebab manusia merupakan makhluk yang paling sempurna secara fisik dan akal pikiran. Oleh sebab itu manusia merupakan subjek utama yang dapat berinteraksi dengan lingkungan, dalam arti manusialah yang yang dapat mengelola dan memelihara lingkungan sekitarnya.
7.      Manusia dapat bergerak, hal ini berkaitan dengan organ tubuh yang dimiliki manusia yang memungkinkan manusia untuk bergerak dan beraktivitas.
Manusia merupakan makhluk yang memiliki rasio/pikiran/akal budi. Seiring dengan berjalannya waktu pola pikir manusia pun semakin berkembang. Perkembangan alam pikiran manusia berasal dari rasa ingin tahu terhadap segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Dulu, sekitar abad ke-17 muncul pemikir-pemikir ternama yang akhirnya mengawali perkembangan ilmu pengetahuan. Mereka dinamakan filsuf. Para filsuf awalnya memiliki rasa ingin tahu terhadap rahasia alam dengan melakukan pengamatan dan penggunaan pengalaman tetapi tidak dapat menjawab masalah. Munculah mitos   pengetahuan  baru yang merupakan kombinasi antara pengalaman – pengalaman  dan kepercayaan. Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan  berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul di dalam pikirannya. Bangsa Yunani  mendapatkan  kesimpulan-kesimpulan yang mudah diikuti.  Sejak abad ke – 16 para  ilmuan mulai menggunakan Metode Ilmiah dalam mempelajari alam semesta ini. Dan pada perkembangan yang nyata pada abad ke – 17 yang merupakan awal kelahiran dari Sains Modern adalah dengan dilakukannya percobaan-percobaan dalam penemu fakta Ilmu ilmiah. Tokoh-tokoh Yunani yang telah memberikan sumbangan perubahan pemikiran diantaranya : Anaximander, Anaximenes, Heracleitos, Phytagoras, Democritus, Empedocles, Plato, Aristoteles, Ptolomeus, Avicenna, dan lain-lain. Mereka memiliki pemikiran-pemikiran yang berbeda mengenai alam semesta dan pemikirannya tersebut dijadikan dasar ilmu pengetahuan hingga saat ini.
Ilmu alamiah dapat dilahirkan dari sebuah pengalaman, yaitu salah satu cara terbentuknya pengetahuan, yakni dengan mengumpulkan fakta-fakta. Ilmu alamiah merupakan  kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis, yaitu kegiatan manusia yang tiada hentinya dari suatu hasil percobaan yang dapat menghasilkan sebuah konsep baru.
Apakah hubungan antara matematika & IAD dengan psikologi? Matematika dan IAD merupakan suatu disiplin ilmu yang berhubungan langsung dengan realita. Begitu pula Psikologi, Psikologi mengkaji manusia secara keseluruhan berkaitan dengan hubungannya terhadap realita-realita di muka bumi. IAD dapat membantu memahami psikologis seseorang dengan mengkaji hubungan antara kondisi mental dengan alam sekitar. Sedangkan matematika dapat membantu dalam pengukuran tes psikologi khususnya menggunakan ilmu statistika yang berkembang dari ilmu matematika.


Sumber referensi:
http://andyinis-journal.blogspot.com